Surabaya – Gedung Siola di Jalan Tunjungan Surabaya akan difungsikan sebagai
kantor Pemkot, dan akan menjadi Museum Surabaya (Museum Riwayat Tempo
Doeloe Surabaya). Ini menjadi salah satu rencana Pemkot Surabaya untuk menghidupkan kembali Jalan Tunjungan.
Pada sabtu (2/5/2015) terlihat Risma mengumpulkan barang yang ada, seperti cangkir dan perlengkapan museum lainnya. Terlihat salah satu yang dipajang angkutan umum berupa bemo jaman dulu. Bemo itu dibeli dari warga Kertajaya.
Peresmian Museum akhirnya dilakukan pada 3 Mei 2015 bersamaan dengan Parade Bunga dan Budaya.
Tidak hanya arsip, namun banyak properti yang menjadi saksi sejarah perjalanan Kota Surabaya yang telah dikumpulkan akan dipajang di dalam museum di bekas gedung perkulakan terkenal di dunia itu. Seperti buku arsip daftar orang-orang yang dimakamkan di pemakaman Belanda di Peneleh dan Ngagel. Kemudian ada lembaran pecahan uang kertas rupiah yang ditemukan di dalam brankas kuno raksasa, helm pasukan pemadam kebakaran dari logam hingga ketel uap yang dibuat pada abad 18.
Pemkot juga akan melengkapi museum itu dengan unit mobil pemadam kebakaran (montor kloneng) yang pernah dipakai untuk pemadaman api yang membakar Siola tahun 1980an.
Selain museum, di Gedung Siola akan ada makanan khas Surabaya, live perform art, pameran lukisan, sentra PKL dan tempat untuk layanan Pemkot Surabaya dari pagi hingga malam. Sedangkan akses masuknya gratis untuk umum.


Sumber : infosurabaya.net
Pada sabtu (2/5/2015) terlihat Risma mengumpulkan barang yang ada, seperti cangkir dan perlengkapan museum lainnya. Terlihat salah satu yang dipajang angkutan umum berupa bemo jaman dulu. Bemo itu dibeli dari warga Kertajaya.
Peresmian Museum akhirnya dilakukan pada 3 Mei 2015 bersamaan dengan Parade Bunga dan Budaya.
Tidak hanya arsip, namun banyak properti yang menjadi saksi sejarah perjalanan Kota Surabaya yang telah dikumpulkan akan dipajang di dalam museum di bekas gedung perkulakan terkenal di dunia itu. Seperti buku arsip daftar orang-orang yang dimakamkan di pemakaman Belanda di Peneleh dan Ngagel. Kemudian ada lembaran pecahan uang kertas rupiah yang ditemukan di dalam brankas kuno raksasa, helm pasukan pemadam kebakaran dari logam hingga ketel uap yang dibuat pada abad 18.
Pemkot juga akan melengkapi museum itu dengan unit mobil pemadam kebakaran (montor kloneng) yang pernah dipakai untuk pemadaman api yang membakar Siola tahun 1980an.
Selain museum, di Gedung Siola akan ada makanan khas Surabaya, live perform art, pameran lukisan, sentra PKL dan tempat untuk layanan Pemkot Surabaya dari pagi hingga malam. Sedangkan akses masuknya gratis untuk umum.


Sumber : infosurabaya.net


Tidak ada komentar:
Posting Komentar